PERTUMBUHAN HARGA SEWA KANTOR DI JAKARTA TERTINGGI DI ASIA PASIFIK Print
Sunday, 25 May 2014 00:00

Jakarta, 25/5/2014 (Kominfonewscenter) – Riset terakhir konsultan properti swasta Cushman and Wakefield: “Asia Office Q1 2014” menyebutkan kota-kota berkembang terus mendominasi pertumbuhan harga sewa di tingkat regional, seperti Jakarta yang mengalami pertumbuhan tertinggi dibanding 33 kota lainnya di Asia, diikuti oleh Manila (Philippines) dan Shenzhen (Cina) dan Pune (India).

Di pasar-pasar utama seperti Singapura dan Tokyo, mereka cukup menonjol dengan aktifitas pasar sewa yang  positif didorong sentiment bisnis yang membaik.

Sementara kota-kota berkembang yang kuat dengan ekonomi domestiknya terus memimpin pertumbuhan harga sewa di kawasan, pasokan yang terbatas di kota-kota utama seperti Tokyo dan Singapura membuat kondusif pertumbuhan harga sewa.

Walaupun demikian, kota-kota lainnya di Asia Pasifik masih tetap jalan ditempat dengan harga sewa yang mendatar bahkan menurun.

Managing Director Research Cushman and Wakefield, Asia Pasifik Sigrid Zialcita mengatakan Jumat (23/5), kondisi dan kinerja pasar perkantoran memperlihatkan keragaman  di kawasan.

Harga sewa sedikit meningkat secara keseluruhan di Asia Pasifik dalam tahun terakhir, dengan kenaikan secara umum di kawasan hanya sebesar 2,8% pada Q1 2014.

Pemulihan ekonomi di Amerika dan Eropa, reformasi dan pemilihan presiden di beberapa negara akan mendorong sentimen positif dan akan menguntungkan kondisi pasar perkantoran di Asia.

“Kami memperkirakan di tahun 2014 ini pertumbuban ekonomi akan cukup baik dimana hal ini akan mendukung penyerapan hampir di semua pasar di kawasan Asia” kata Sigrid.

Sigrid menambahkan, terbatasnya ruang kantor grade A akan menguntungkan para  pemilik gedung dan membuat harga sewa bisa terus meningkat di beberapa pasar utama tahun ini, tetapi pasokan yang tinggi di beberapa pasar berkembang seperti Delhi, Kuala Lumpur dan Ho Chi Minh akan menguntungkan pihak penyewa.

Jakarta mengalami pertumbuhan harga sewa ruang kantor tertinggi di kawasan  sebesar 27% dengan terus terjadinya ekspansi dari perusahaan-perusahaan yang membuat tingkat kekosongan ruang kantor mengecil menjadi 6.6%.

Dengan tidak adanya pasokan tambahan di kwartal I-2014, ditambah dengan beberapa gedung lama yang sedang melakukan pembangunan kembali, tingkat hunian perkantoran di Jakarta mengalami tekanan ke tingkat yang tinggi.

Permintaan akan ruang sewa dan aktifitas transaksi sebagian besar untuk luas ruang dibawah 300 m2 karena terbatasnya persediaan. (myd)