SELECTED NEWS
Rp1,2 TRILIUN UNTUK PENATAAN KAWASAN KUMUH REL KA PDF Print E-mail
Monday, 29 March 2010 16:12

Jakarta, 26/3/2010 (Kominfonewscenter) Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono mengatakan untuk pelaksanaan program penataan kawasan kumuh di sepanjang lintasan rel kereta api di Jakarta akan dialokasikan dana sebesar Rp 1,2 triliun dari APBN 2010-2011 dan program ini diharapkan dapat selesai tahun 2012.

Menurut Agung program itu bukan sekedar memindahkan kemiskinan namun meningkatkan martabat dengan menciptakan hunian yang layak bagi mereka.

Ia menambahkan, masyarakat yang akan direlokasi adalah mereka yang memiliki identitas KTP Jakarta, sedangkan mereka yang tidak ber-KTP Jakarta akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing.

Beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di Jakarta, Kamis (25/3) mengadakan peninjauan lapangan dengan kereta api, dalam rombongan tersebut selain  Menko Kesra, Agung Laksono, juga Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto.

Pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat akan merelokasi sekitar 700 kepala keluarga (KK) yang berada di pinggir rel kereta api (KA) ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) sebagai bagian dari program penataan lingkungan kumuh mulai dari Stasiun Tanjung Priuk sampai Stasiun Jakarta Kota.

Menpera Suharso Monoarfa memperkirakan warga yang akan direlokasi akan terus bertambah, saat ini jumlahnya sekitar 700 KK, akan mencapai lebih dari 1.000 KK.

Menpera melihat padatnya lingkungan di pinggir rel KA membuat pemerintah sulit merelokasi masyarakat. “Kalau melihat hasil peninjauan tadi sepertinya sulit untuk membangun Rusunawa di sekitar rel KA,” katanya.

Menpera menjelaskan, pihaknya tidak ingin Rusunawa yang telah dibangun oleh pemerintah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat.

Ia memberi contoh, Rusunawa di Marunda yang tidak dimanfaatkan masyarakat karena lokasinya jauh dari permukiman dan tempat beraktifitas warga. Lokasi untuk pembangunan Rusunawa minimal harus memiliki luas sekitar 3.500 meter persegi.

Menpera menegaskan akan mengadakan evaluasi setiap dua minggu sekali terkait penataan permukiman kumuh di pinggir rel KA.

Terkait dengan relokasi warga, Menpera menjelaskan pihaknya tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan untuk memindahkan warga ke Rusunawa. (msy)

 

Statistik

Members : 12737
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2034663

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 55 guests online