SELECTED NEWS
MS KABAN BERHARAP PUTUSAN MK SESUAI FAKTA PDF Print E-mail
Wednesday, 06 August 2014 00:00

Jakarta, 6/8/2014 (Kominfonewscenter) – Bangsa yang besar adalah bangsa yang taat kepada hukum, demokrasi kita akan beradab, demokrasi kita akan terasa nyaman apabila demokrasi itu didukung oleh kesadaran hukum yang diyakini sudah  dipercayai.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban pada acara Halal Bil Halal Keluarga Besar PBB di kediamannya Perumahan Budi Agung Bogor, Selasa malam (5/8).

Menurut Kaban tim koalisi merah putih sudah sangat siap untuk gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Keputusan KPU yang dinilai penuh manipulasi, penuh dengan kecurangan karena banyak yang diputuskan KPU tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam kotak suara, di TPS-TPS dan juga hasil-hasil perhitungan yang tidak sinkron antara yang satu dengan yang lain, misalnya antara jumlah pemilih dengan DPT, kemudian orang yang datang dengan jumlah penduduk, jauh dari logika-logika yang normal, yang wajar.

“Bagaimana keputusan MK ya tentu bagi kita terutama saya yang ada di kubu nomor satu, tentu harapan saya tuntutan kita yang dikabulkan, tapi tuntutan itu adalah tuntutan yang memang dibenarkan oleh konstitusi”, tutur Kaban.

“Kita harus berani, harus berani dan harapan kita adalah bahwa MK itu bisa memutuskan sesuai dengan fakta-fakta yang ada”, katanya.

Kaban mengingatkan, MK walaupun salah keputusannya tetap final jadi keputusan MK final dan mengikat. “Jadi bisa saja keputusannya itu tidak sesuai dengan tuntutan dan harapan kita tetapi keputusannya tetap harus dapat dilaksanakan”, ujar Kaban.

Ia tidak menginginkan terjadi gejolak-gejolak yang terlalu berlebih-lebihan. “Istilah orang, hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin, artinya semua dalam proses kendali”, kata Kaban.

Kaban mengemukakan ada hal yang tidak perlu dicermati terkait perkembangan yang terjadi di Timur Tengah, yang hari ini menjadi pembahasan dan juga banyak pertanyaan yaitu munculnya sebuah fenomena gerakan militer di Timur Tengah khususnya di Irak yang oleh pemerintah Indonesia dilarang yaitu ISIS.

“Saya sendiri sampai hari ini belum tau persis ISIS itu apa dan dari gerakan mana kok munculnya tiba-tiba”, kata Kaban.

Menurut Kaban ada pertanyaan yang unik mengapa saat Gaza digempur oleh Israel, kena apa sedang di gempur habis-habisan oleh Israel justeru pada saat yang sama di Suriah, Irak belum selesai persoalannya, tiba-tiba muncul ISIS.

“Kena apa kalo mau gempur kena apa tidak gempur aja Israel sekalian, kena apa harus di antara dunia Islam itu yang harus saling, katakanlah konflik, malah muncul konflik baru dengan pihak ketiga yang baru”, tanya Kaban.

Kaban prihatin karena biasanya di Indonesia, apa yang terjadi di luar sana kadang-kadang dengan mudah diikuti disini, jadi disana ada gerakan ini, disini tiba-tiba bikin benderanya tanpa mendalami menghayati dan akhirnya kelompok-kelompok jamaah jamiat Islam itu menjadi berkubu-kubu sehingga putus silaturahmi.

Ia berharap halal bil halal ini dapat menumbuhkan kesadaran semuanya bahwa kita sekarang memang berada pada suasana berbeda-beda jamaah pengajian, tetapi diharapkan tetap menjaga keutuhan keumatan secara bersama-sama.

“Acara halal bil halal walaupun bertepatan dengan tgl.5 Agustus hari ulang tahunnya Obama, bukan MS Kaban, jadi Obama itu juga ulang tahunnya tgl.5 Agustus, disana presiden Amerika disini presiden Bulan Bintang”, katanya, seraya disambut tawa hadirin. (mhd)

 

Statistik

Members : 26801
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2452404

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 38 guests online