SELECTED NEWS
RATA-RATA VOLUME PUAB NAIK MENJADI Rp13,0 TRILIUN PDF Print E-mail
Wednesday, 30 July 2014 00:00

Jakarta, 30/7/2014 (Kominfonewscenter) - Suku bunga Pasar Uang Antar Bank Overnight (PUAB O/N) sepanjang Juni 2014 relatif stabil disertai kenaikan volume PUAB, rata-rata tertimbang suku bunga PUAB O/N pada bulan Juni relatif stabil sebesar 5,85% dibanding 5,86% pada bulan sebelumnya, sejalan dengan tertahannya kenaikan BI rate.

Spread suku bunga PUAB O/N terhadap DF O/N relatif tetap sebesar 10bps, sementara spread suku bunga PUAB O/N terhadap BI rate relatif stabil sebesar 165bps, dengan demikian suku bunga PUAB O/N tetap berada di koridor bawah suku bunga.

Menurut TKM Bank Indonesia Juli 2014, rata-rata volume PUAB total naik menjadi Rp13,0 triliun dari Rp11,1 triliun bulan sebelumnya seiring meningkatnya kebutuhan perbankan untuk menjaga likuditas menjelang bulan puasa.

Rata-rata volume DF O/N juga naik menjadi Rp91,5 triliun dari Rp88,8 triliun, indikasi lain yang menunjukkan terjaganya likuiditas perbankan tercermin dari spread max-min yang relatif stabil dan rendah.

Suku bunga perbankan masih dalam tren meningkat, pada Mei 2014 suku bunga deposito 1 bulan naik 6 bps ke level 8,16% dari 8,10%, sementara rata-rata tertimbang suku bunga kredit meningkat lebih tinggi yaitu 15 bps menjadi 12,74% dari 12,59%.

Berdasar jenis penggunaannya, kenaikan suku bunga kredit utamanya didorong oleh kenaikan suku bunga Kredit Modal Kerja (KMK) yang naik 25 bps menjadi 12,63%, sementara suku bunga Kredit Investasi (KI) dan Kredit Konsumsi (KK) naik masing-masing 12 bps dan 1 bps menjadi 12,18% dan 13,26%, dengan perkembangan ini spread antara suku bunga kredit dan suku bunga simpanan pada bulan Mei 2014 melebar menjadi 458 bps dari 449 bps.

Berdasar komponennya, likuiditas perekonomian dalam arti luas (M2) tumbuh lebih lambat terutama didorong oleh perlambatan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan.

Pada Mei 2014, M2 tercatat sebesar Rp3.784,5 triliun, tumbuh 10,5% (yoy), melambat dibanding pertumbuhan April 2014 sebesar 10,9% (yoy).

Pertumbuhan M2 yang melambat bersumber dari komponen Uang Kuasi (Dana Pihak Ketiga yang terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan baik rupiah maupun valas serta simpanan giro valas).

Pertumbuhan komponen Uang Kuasi tercatat menurun dari 12,3% (yoy) pada April 2014 menjadi 10,3% (yoy), di sisi lain pertumbuhan M1 (Uang Kartal dan Giro Rupiah) tercatat meningkat dari 5,8% (yoy) pada April 2014 menjadi 10,2% (yoy).

Berdasar faktor yang mempengaruhi, pertumbuhan M2 yang melambat tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan Net Domestic Assets (NDA) seiring dengan perlambatan kredit perbankan.

Pada Mei 2014, pertumbuhan kredit perbankan tercatat melambat menjadi 17,4% (yoy) dari 18,5% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Net Foreign Assets (NFA) tumbuh lebih tinggi sejalan dengan cadangan devisa yang meningkat menjadi US$107,7 miliar dari posisi April 2014  sebesar US$107,0 miliar. (mnry)

 

 

Statistik

Members : 26801
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2452333

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 43 guests online