SELECTED NEWS
IMPOR MINYAK TERUS MENINGKAT SEJAK 2010 PDF Print E-mail
Monday, 28 July 2014 00:00

Jakarta, 28/7/2014 (Kominfonewscenter) – Neraca Perdagangan Indonesia pada Mei 2014 mencatat surplus sebesar US$0,07 miliar, yang didorong oleh surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah kenaikan defisit neraca perdagangan migas.

Surplus neraca perdagangan nonmigas terutama didorong oleh impor nonmigas yang mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya, terkendalinya impor nonmigas secara umum, sejalan dengan moderasi permintaan domestik sebagai dampak kebijakan stabilisasi yang telah ditempuh selama ini.

TKM Bank Indonesia Juli 2014 menyebut, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang meningkat dari bulan sebelumnya sebagai akibat turunnya ekspor migas dan meningkatnya impor migas, berbeda dengan impor nonmigas, impor minyak terus mengalami peningkatan sejak tahun 2010.

Membaiknya kinerja neraca perdagangan nonmigas tidak diikuti oleh kinerja neraca perdagangan migas.

Defisit neraca perdagangan migas naik menjadi US$1,33 miliar dari US$1,04 miliar pada April 2014, meningkatnya defisit tersebut dipengaruhi oleh kontraksi ekspor migas sebesar 10,40% (mtm) akibat turunnya ekspor gas dan hasil minyak, sedangkan impor migas justru tercatat meningkat 0,38% (mtm) akibat bertambahnya impor minyak mentah.

Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus US$1,40 miliar setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit US$0,92 miliar, surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut terutama dipengaruhi oleh impor nonmigas yang terkontraksi sebesar 12,05% (mtm).

Kontraksi impor nonmigas pada Mei 2014 dipengaruhi oleh penurunan impor pada 8 dari 10 golongan barang utama seperti mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, serta besi dan baja.

Berdasar jenis penggunaannya, seluruh kelompok barang impor, baik barang modal, bahan baku maupun barang konsumsi, tercatat mengalami penurunan.

Sementara itu, ekspor nonmigas mengalami peningkatan terutama pada komoditas utama lemak dan minyak hewan/nabati.

Selain itu, ekspor batubara dan ekspor produk manufaktur berupa produk kimia, alas kaki dan kertas karton juga mengalami peningkatan.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, cadangan devisa pada akhir Juni 2014 tercatat sebesar US$107,7 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut meningkat dari bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa hasil ekspor migas Pemerintah dan aliran masuk modal portofolio asing yang masih terus berlanjut.

Dengan posisi tersebut, cadangan devisa dapat membiayai 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, jauh berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. (mhd)

 

 

Statistik

Members : 26801
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2452402

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 36 guests online