SELECTED NEWS
MENGEMBANGKAN PANGAN BERBASIS KELAUTAN PDF Print E-mail
Sunday, 01 June 2014 00:00

Jakarta, 1/6/2014 (Kominfonewscenter) – Potensi laut Indonesia yang besar sudah seharusnya membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan, luas lautan Indonesia yang mencapai 5,8 juta km2 menyediakan sumber pangan berlimpah berupa ikan, krustasea, kerang-kerangan dan rumput laut, bila seluruh potensi kelautan dikelola dengan baik  diperkirakan 85% perekonomian nasional bakal sangat bergantung pada sumber daya kelautan termasuk pangan.

Bahkan pada 2030 diprediksi perekonomian Indonesia akan ditopang empat sektor utama, yaitu bidang jasa, pertanian, perikanan, dan sumber daya alam.

“Dari sisi preferensi, ketersediaan pangan akan mengalami pergeseran pola pikir menuju pola makan sehat dari daging merah ke daging putih atau ikan,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, seperti diberitakan Pusdatin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sabtu (31/5).

Setiap tahun Indonesia telah kehilangan devisa sekitar US$5 miliar untuk mengimpor berbagai produk bioteknologi kelautan, mulai dari teripang, omega-3, sgualene, viagra, khitin, khitosan, dan spirulina. “Jadi kita tidak perlu bergantung lagi pada impor. Seperti daging yang selama ini menimbulkan masalah serta seolah menjadi patokan untuk ketahanan pangan,” tandas Sjarief.

Menurut Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja, KKP telah melakukan berbagai upaya dalam mengembangkan pangan berbasis kelautan.

Pertama, KKP mendorong pemerintah perlu mengubah paradigma sumber pangan dari orientasi daratan ke arah lautan sebagai sumber pangan alternative, secara bertahap industri bioteknologi pangan kelautan perlu dibangun di setiap daerah pesisir lautan yang memiliki potensi produksi perikanan melimpah seperti di Indonesia kawasan timur.

Kedua, KKP secara bertahap mengurangi bahkan menghapus impor bahan pangan yang bersumber dari kelautan.

Ketiga, menjadikan sektor kelautan sumber kekuatan ekonomi nasional, saatnya pembangunan nasional melebar ke kawasan pesisir. “Permasalahan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat pesisir mutlak diperhatikan. Pembangunan infrastruktur di daerah pesisir lautan juga telah dibenahi menjadi lebih baik,” kata Sekjen.

Penelitian LIPI terkait perairan laut dalam Selatan Jawa dan Barat Sumatera, terungkap setidaknya terdapat 529 biota yang berpotensi untuk mendukung ketahanan pangan melalui diversifikasi produk pangan, masing-masing 415 termasuk dalam jenis ikan, 68 jenis udang dan kepiting, serta 46 lainnya jenis cumi-cumi.

“Indonesia juga memiliki sekitar 13 dari 20 spesies lamun dunia, 682 spesies rumput laut, 2.500 spesies moluska, 1.502 spesies krustasea, 745 spesies ekinodermata. Potensi sumber daya kelautan tersebut berpeluang untuk menghasilkan devisa negara jika dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan,” kata Menteri Sharif. (mm)

 

 

Statistik

Members : 20424
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2401713

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 44 guests online