SELECTED NEWS
DIABETES PALING BANYAK DIDERITA DM TIPE2 PDF Print E-mail
Saturday, 24 May 2014 00:00

Jakarta, 24/5/2014 (Kominfonewscenter) – Jenis diabetes mellitus (DM) yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah DM Tipe 2, DM jenis ini berkaitan erat dengan gaya hidup.

Demikian dikemukakan Spesialis Penyakit Dalam RSUD Dr Soetomo, dr Soebagjo Adi SpPD KEMD, seperti disiarkan Kantor Menko Kesra, Jumat (23/5).

Soebagjo yang mendedikasikan dirinya pada penelitian DM ini menuturkan gaya hidup kaitannya dengan pola makan dan aktivitas, angan sampai salah pola makan membuat peringkat Indonesia naik lagi.

Ia menyarankan menyelingi asupan nasi dan menggantinya dengan bahan makanan lain yang kaya serat.

”Tubuh juga harus melakukan aktivitas sehat, setidaknya joging 30 menit sudah cukup,” ujarnya.

Indonesia mengalami penurunan peringkat penderita DM di dunia, tahun 2010 Indonesia menduduki peringat 4 jumlah penderita diabetes terbanyak dan pada 2013 turun tiga peringkat menjadi posisi 7.

Soebagio mengatakan diabetes masih menjadi momok di Indonesia, dengan jumlah penderita 8,6 juta lebih, Indonesia berpotensi bisa kembali naik peringkat penderita DM dunia.

“Meski turun peringkat dunia, tidak bisa dijadikan patokan penderita berkurang. Tetap harus waspada dan menjaga gaya hidup,” kata Soebagjo.

Terkait sistem kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Soebagjo menerangkan pasien penderita DM di-cover, hanya saja pada pelaksanaanya masih sering menemui kendala teknis administrasi.

Soebagjo menjelaskan banyak rumah sakit (RS) rujukan yang masih mengharuskan pasien DM pergi ke fasilitas kesehatan (faskes) pertama (puskesmas) terlebih dahulu untuk mendapat surat rujukan.

”Sementara kondisi pasien tidak memungkinkan untuk pergi ke faskes pertama. Kami pikir, harus ada pengecualian dan dipayungi dalam aturan JKN terkait pasien DM, terutama yang sudah komplikasi,” jelasnya.

Demikian pula saat masa perawatan, aturan JKN mengharuskan pasien yang sudah dalam masa perawatan dikembalikan ke faskes pertama. Padahal, ungkapnya, pengobatan DM komplikasi membutuhkan jangka waktu lama.

”Kami pun tidak tahu apakah di faskes pertama itu punya stok obatnya. Daripada salah langkah, kami sebagai dokter yang merawat, akan merawat pasien ini sampai sembuh,” katanya. (mm)

 

 

Statistik

Members : 26814
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2495099

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 21 guests online