SELECTED NEWS
PEKERJA PABRIK ROKOK SAMPOERNA JEMBER AKAN TERIMA 6 BULAN UPAH PDF Print E-mail
Tuesday, 20 May 2014 00:00

Jakarta, 20/5/2014 (Kominfonewscenter) – PT HM Sampoerna Tbk telah menghentikan operasional pabrik rokok terhitung 16 Mei 2014 yang mengakibatkan terjadinya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.900 pekerja, terdiri dari   pabrik di Jember 2.300 orang dan pabrik Lumajang 2.600  pekerja.

Humas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberitakan Selasa (20/5), Kemnakertrans mengirim tim khusus untuk menyelesaikan kasus PHK PT HM Sampoerna Tbk. serta memastikan proses PHK dapat berjalan dengan baik serta menguntungkan kedua belah pihak dan mengantisipasi dampak yang lebih luas.

“Untuk kasus yang di Jember, telah disepakati pekerja diberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku yaitu pesangon sebesar 2 bulan upah ditambah uang kebijakan sebesar 3 bulan upah dan diberikan tambahan Tunjangan Hari Raya 1 bulan upah sehingga totalnya mencapai 6 bulan upah,” kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnakertrans R. Irianto Simbolon, mengutip hasil kesepakatan.

Namun untuk pabrik di Lumajang, kata Irianto proses perundingan dan pertemuan bipartit lanjutan masih akan dilakukan beberapa hari ke depan. “Kita harapkan perundingan antara pekerja dan perusahaan yang dimediasi pemerintah pusat dan dinas tenaga kerja setempat ini dapat segera dilakukan agar permasalahannya dapat segera diselesaikan dengan baik,” kata Irianto.

Irianto mengemukakan dalam setiap kasus PHK di perusahaan, harus dipastikan para pekerja mendapatkan hak-hak normatifnya dan menerima konpensasi pesangon sesuai aturan ketenagakerjaan.

Irianto mengingatkan selain wajib memberikan hak-hak pekerja sesuai peraturan perundangan, perusahaan juga diminta memberikan bantuan pelatihan kerja kepada pekerja/buruh yang di PHK seperti pelatihan keterampilan kerja wirausaha, motivasi, manajemen keuangan.

Agar masalah ini tidak terulang, Irianto meminta pihak perusahaan dapat mencari solusi dengan melakukan penataan manajemen dan efisensi perusahaan sehingga produktivitas pekerja dan keuntungan perusahaan dapat tetap terjaga dan tidak terjadi lagi PHK di masa yang akan datang. (mhd)

 

Statistik

Members : 26814
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2495028

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 12 guests online