SELECTED NEWS
KANKER PARU PENYEBAB KEMATIAN TERTINGGI KANKER DI INDONESIA PDF Print E-mail
Wednesday, 30 April 2014 00:00

Jakarta, 30/4/2014 (Kominfonewscenter) – Kematian akibat kanker di Indonesia tahun 2012 diprediksi mencapai 194.500 orang, terdiri dari pria 102.700 orang dan perempuan 91.800 orang, sementara untuk tingkat dunia kematian akibat kanker mencapai 8,2 juta orang.

Hal itu dikemukakan Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan Keluarga Berencana, Dr. Emil Agustiono, M.Kes., seperti disiarkan Kantor Menko Kesra, Rabu (30/4).

Kematian tertinggi kanker di Indonesia disebabkan karena kanker paru sebesar 30.904 orang (15,9%), kanker payudara 19.750 (10,2%), kanker colorectum 18.958 ( 9,5%), kanker liver ada 17.175 (8,8%) dan kanker cervix sebesar 9.498 orang atau (4,9%).

Berdasar jenis kelamin, kematian tertinggi pria akibat kanker paru sebesar 22.525 (21,9%), kanker liver 12.654 (12,3%), kanker colorectum 10.559 (10,3%), kanker prostate 9.191 (8,9%) dan kanker nasofarings sebanyak 5.283 orang atau (5,1%).

Kematian kanker tertinggi pada wanita adalah kanker payudara mencapai 19.750 (21,5%), kanker serviks 9.498 (10,3%), kanker paru 8.379 (9,1%), kanker colorectum 7.839 (8,5%) dan kanker ovarium sebanyak 7.075 orang (7,7%).

Kanker atau tumor ganas merupakan pertumbuhan sel/jaringan yang tidak terkendali, terus tumbuh/bertambah, immortal (tidak dapat mati), sel kanker dapat menyusup ke jaringan sekitar dan dapat membentuk anak sebar.

Berdasar prevalensi penyakit kanker tertinggi berdasarkan provinsi adalah Provinsi D.I.Yogyakarta, (4 per mil) menyusul Provinsi Jawa Tengah (2,1per mil), Bali (2 per mil), Bengkulu dan DKI masing masing 1,9 per mil serta yang paling rendah adalah Provinsi Gorontalo sebesar 0,2 per mil.

Sementara prevalensi penyakit kanker menurut karakteristik 2013 menunjukkan peningkatan seiring dengan bertambahnya usia.

Prevalensi kanker agak tinggi pada bayi sebesar 0,3 per mil dan meningkat pada usia di atas 15 tahun dan tertinggi pada usia lansia, usia 75 tahun yang mencapai 5 per mil, berdasar jenis kelamin, perempuan lebih tinggi daripada pria dan ada kecenderungan lebih tinggi di kota daripada di desa.

Dengan perkembangan tersebut, perlu tindak lanjut melakukan pencegahan dan penanggulangan kanker, terlebih dengan adanya jaminan kesehatan nasional melalui BPJS Kesehatan, melalui sosialisasi dapat melakukan pencegahan dan mendorong masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter dan berkunjung rumah sakit. (myd)

 

Statistik

Members : 26847
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2677153

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 10 guests online