SELECTED NEWS
MEDIA BERPERAN PENTING MENINGKATKAN PEMAHAMAN BAHAYA MENJADI BENCANA PDF Print E-mail
Tuesday, 22 April 2014 00:00

Jakarta, 22/4/2014 (Kominfonewscenter) – Ada empat hal mengapa didalam bencana selalu terjadi korban, keempat hal itu masing-masing tidak dipahaminya mekanisme fenomenal terjadinya bencana alam, semakin rentannya daya dukung alam, tidak adanya sistem peringatan dini dan ketidakberdayaan masyarakat.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMGK) Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng dalam jumpa pers Sosialisasi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) kepada media massa, di Jakarta Selasa (22/4).

Namun ketiganya (tidak dipahami mekanisme, semakin rentan daya dukung alam dan ketidakberdayaan masyarakat) menurut Andi, masih menjadi PR siapa yang kemudian melakukan semuanya. “Disinilah peran penting untuk kemudian meningkatkan pemahaman masyarakat di dalam konteks diseminasi mengenai bahaya menjadi bencana”, katanya.

Terkait semakin rentannya daya dukung alam, Andi menjelaskan seraya mengambil contoh mengapa banjir semakin banyak terjadi di Jakarta.

Dapat dibayangkan bila permukaan tanah di Jakarta daya serapnya semakin berkurang, artinya bila saja ada 1 liter air di permukaan tanah atau dalam satu meter persegi luasan tanah, daya serapnya hanya 20% maka 80% sisanya akan mengalir ke tempat-tempat yang rendah.

Di tempat-tempat yang rendah ini akan terlihat apakah kemudian karena jalannya dibuat atau permukaannya dibuat ada lengkungan dalam bentuk cekungan sehingga menjadi genangan atau kemudian melalui got-got. “Kalo gotnya mampet dengan sendirinya kemudian juga menjadi genangan dan kemudian menjadi banjir, apalagi kalo kemudian dihadapkan pada pasang laut dan sebagainya”, kata Andi.

Andi menyebut lima pilar yang sangat penting untuk memahami bagaimana diseminasi dilakukan bagi masyarakat, kelima pilar itu masing-masing pemerintah, seperti BMKG, BNPB, Basarnas, LIPI, BPPT dan swasta melalui CSR (Corporate Social Responsibility), perguruan tinggi melalui KKN serta lembaga riset yang mendiseminasikan atau mempublikasikan hasil-hasil risetnya.

“Saya kira jejaring media ini adalah the fifth pilar, pilar yang kelima yang sangat penting bagi masyarakat, karena saya lihat bahwa media baik itu on line, cetak maupun juga elektronik, itu sampe kepada masyarakat” ujar Andi.

Andi menilai sosialisasi MKG perlu terus didorong dan berharap BMKG dengan media elektronik, on line, cetak dan media masa yang lain bisa bekerjasama karena tujuannya sangat mulia, meningkatkan pemahaman masyarakat, rakyat pada umumnya untuk memahami kecenderungan yang semakin tingginya kemungkinan terjadinya bencana sehingga mereka siap menghadapinya.

“Tentu saja kita ingin tidak satupun jadi korban dan kalo ini terjadi saya kira tugas kita menjadikan masyarakat ini paham dan kemudian terfasilitasi dengan baik” kata Andi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan media yang telah berkenan untuk hadir dan juga bekerjasama dengan BMKG terutama mengusung niat mulia untuk meningkatkan pemahaman masyarakat berkaitan dengan bahaya menjadi bencana”, tambah Andi. (mnsy)

 

Statistik

Members : 26847
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2677112

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 15 guests online