SELECTED NEWS
BUJK ASING NAIK FANTASTIS DARI 207 JADI 309 PDF Print E-mail
Thursday, 20 February 2014 00:00

Jakarta, 20/2/2014 (Kominfonewscenter) – Sejak terbitnya program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) pada 2011, jumlah Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) Asing di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Pembinaan (BP) Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Hediyanto W. Husaini, seperti disiarkan Pusat Komunikasi Publik PU, Kamis (20/2).

Saat ini terdapat 309 BUJK Asing yang didominasi oleh kontraktor asal Jepang, diikuti Cina kemudian Korea, jumlah yang cukup fantastis mengingat di tahun 2010 BUJK Asing di Indonesia ‘hanya’ 207.

Hal ini menunjukkan Indonesia merupakan pasar jasa konstruksi (jakons) yang sangat menjanjikan bagi para pelaku jasa konstruksi asing.

Namun Hediyanto mengatakan masih adanya jakons asing yang tak mengikuti peraturan. “Saya masih menerima laporan kalau masih ada pelaku jakons asing tidak mengikuti peraturan atau tidak memenuhi kewajiban menyerahkan laporan akhir tahun, ke depan akan ada sanksi tegas untuk ini”, tegas Hediyanto.

Empat substansi kewajiban penting harus dipenuhi oleh pelaku jakons asing di Indonesia sebagaimana tertuang dalam  Peraturan Menteri PU No.05/2011 Tentang Pedoman Persyaratan Pemberian Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing, antara lain BUJK Asing wajib melakukan Kerjasama Operasi atau Joint Operation dengan BUJK Nasional yang setara dalam setiap kegiatan jasa konstruksi di Indonesia.

BUJK Asing juga wajib mempekerjakan tenaga kerja Indonesia sebagai pendamping tenaga kerja warga negara asing pada tingkat manajemen dan teknis;

BUJK Asing wajib melaksanakan alih pengetahuan (transfer of knowledge) kepada BUJK Nasional sebagai mitra kerjasama operasi dan BUJK Asing wajib menyampaikan laporan kegiatan tahunan kepada Badan Pembinaan Konstruksi.

Globalisasi yang dimaknai keterbukaan menurut Hediyanto, harus memberi manfaat bagi semua pihak termasuk untuk sector jakons, dengan demikian globalisasi tidak boleh berat sebelah dengan memberi kehidupan pada satu negara namun mematikan negara yang lain.

Untuk itulah prinsip ini harus menjadi semangat bagi para pelaku jakons asing yang hendak ataupun sudah bekerja di Indonesia.

Pelaku jakons asing harus mematuhi persyaratan dan peraturan yang berlaku, sehingga proses pekerjaan konstruksi berjalan lancar dan memenuhi asas manfaat bagi semua. (hmd)

 

 

Statistik

Members : 9343
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 1832590

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 54 guests online