SELECTED NEWS
PENGGUNA TENAGA KERJA ASING HARUS BERBADAN HUKUM PDF Print E-mail
Monday, 10 February 2014 00:00

Jakarta, 10/2/2014 (Kominfonewscenter) – Pemberi kerja berbentuk persekutuan perdata, firma (Fa), persekutuan komanditer (CV) dan usaha dagang (UD) dilarang mempekerjakan TKA kecuali diatur dalam UU (Undang-Undang Ketenagakerjaan).

Ketentuan itu diatur dalam pasal 4 Permenakertans No.12/2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Menurut Humas Kemnakertrans Senin (10/2), aturan baru ini dibuat untuk menertibkan penggunaan TKA di Indonesia dan sebagai penyempurnaan Permenakertrans No.2/2008.

"Pengunaan tenaga kerja asing harus melalui prosedur yang benar dan sesuai dengan perizinan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

Muhaimin mengatakan pengaturan penggunaan tenaga kerja asing harus mempertimbangkan juga kesempatan kepada tenaga kerja dalam negeri untuk lebih banyak berperan dan berkontribusi untuk mempercepat roda perekonomian.

"Dalam pengaturannya tentu terdapat jabatan yang boleh diduduki dan tidak boleh diduduki oleh tenaga kerja asing. Namun, proporsi tadi masih mempertimbangkan kompoisisi investasi yang ada dalam suatu perusahaan," kata Muhaimin..

Menurutnya jika ada aturan khusus dalam UU terkait bentuk usaha pemberi kerja, maka penggunaan TKA dapat dilakukan, misalnya jika nantinya ada UU tentang CV yang membolehkan perekrutan TKA, maka pemberi kerja yang berbentuk CV bisa mengajukan izin untuk mempekerjakan "Dalam aturan baru ditegaskan pengguna tenaga kerja asing harus berbadan hukum, "kata Muhaimin

Ketentuan lain yang diperbarui, menyangkut izin rancangan penggunaan TKA (RPTKA) untuk pekerjaan sementara sebagaimana tertuang dalam pasal 8.

Berdasar aturan TKA baru RPTKA untuk pekerjaan yang bersifat sementara diberikan untuk pekerjaan-pekerjaan yang sekali selesai dan pekerjaan yang berhubungan dengan pemasangan mesin, elektrikal, layanan purna jual, atau produk dalam masa penjajakan usaha.

Masa berlaku izin mempekerjakan TKA (IMTA) untuk pekerjaan sementara yang dikantongi pemberi kerja tetap sama seperti peraturan sebelumnya enam bulan.

Tahun 2013 IMTA yang diterbitkan mencapai 68.957, dan TKA yang bekerja di Indonesia paling banyak berasal dari China, Jepang, Korea Selatan, India dan Malaysia. (hmd)

 

Statistik

Members : 9343
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 1832589

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 53 guests online