SELECTED NEWS
FAO AKAN BANTU APLIKASI BLUE ECONOMY DI NTB DAN BALI PDF Print E-mail
Tuesday, 21 January 2014 00:00

Jakarta, 21/1/2014 (Kominfonewscenter) – Dalam sosialisasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis blue economy, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara khusus bertemu dengan delegasi FAO (Food and Agriculture Organisation) yang dipimpin langsung Dirjen FAO.

Menurut Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi Anang Noegroho Selasa (21/1), FAO akan membantu Indonesia dalam mengaplikasikan blue economy pada wilayah pilot project yang telah disepakati, masing-masing di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan wilayah Nusa Penida, Bali.

KKP bahkan secara khusus diminta mempresentasikan dan mempromosikan blue economy pada anggota FAO dalam pertemuan di Mongolia Maret 2014.

“Selain pada anggota FAO, Dirjen FAO secara langsung mengajak KKP untuk mengembangkan konsep blue economy dalam kerjasama negara selatan selatan", kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo di sela-sela kunjungan kerja  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Blue Economy dalam kerangka Abu Dhabi Sutainability Week 2014 di Abu Dhabi.

Dalam pertemuan di Abu Dhabi Menteri Sharif mengatakan, Presiden Republik Seychelles, James Alix Michel telah sepakat menjalin kerjasama, khususnya promosi pada tataran global konsep blue economy, Seychelles juga mendukung Indonesia mengimplementasikan blue economy pada sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Sharif menjelaskan, sebagai negara kepulauan Republik Seychelles memang sangat tertarik dengan implementasi blue economy di Indonesia.

Seychelles dengan 115 pulau sangat mengandalkan sektor kelautan dan perikanan dan wisata bahari untuk pertumbuhan ekonominya.

“Republik Seychelles, sangat mendukung konsep blue economy yang dikembangkan di Indonesia. Dan mereka sepakat untuk menjalin kerjasama lebih lanjut. Bahkan mereka menyatakan siap menjadi basis distribusi produk perikanan Indonesia yang akan di ekspor ke Afrika dan Timur Tengah", kata Menteri Sharif.

Disela-sela kunjungan kerja, Menteri Sharif juga bertemu dengan beberapa pihak di Uni Emirat Arab terkait misi KKP mengembangkan pasar produk perikanan Indonesia di wilayah Timur Tengah.

Diantaranya, dengan pemilik Lulu Group Companies Abu Dhabi, Mr. M.A. Yousuf Ali. "Lulu Goup Companies siap melakukan investasi pada sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Bahkan, mereka siap investasi sebesar US$200 juta untuk pengembangan Sistem Logistis Ikan Nasional (SLIN)", ujar Menteri Sharif.

Lulu Hypermarket merupakan salah satu jaringan retail terbesar di kawasan Timur Tengah, memiliki 105 outlet dengan 30.000 karyawan.

Lulu Group Companies menyampaikan keinginan dapat bekerja sama, khususnya dalam memasarkan produk perikanan Indonesia melalui jaringan Lulu Hypermart di wilayah Timur Tengah.

KKP melihat hal ini sebagai peluang positif peningkatan distribusi pemasaran produk perikanan Indonesia di wilayah negara-negara Timur Tengah. (hmd)

 

 

Statistik

Members : 9343
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 1832595

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 53 guests online