SELECTED NEWS
PERTUMBUHAN 7,8 JUTA ANAK INDONESIA TERHAMBAT PDF Print E-mail
Monday, 18 March 2013 23:18

Jakarta, 18/3/2013 (Kominfonewscenter) – Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2010 menyebutkan pertumbuhan jutaan anak Indonesia terhambat akibat kekurangan gizi kronik saat balita.

"36 persen balita Indonesia alami kekurangan gizi kronik,"  kata pakar gizi dan kesehatan masyarakat, Profesor Ali Khomsan, seperti diberitakan Kantor Menko Kesra, Minggu (17/3).

Akibat kekurangan gizi kronik, Riskesdas 2010 juga mencatat, sebanyak 7,8 juta anak Indonesia mengalami keterhambatan pertumbuhan.

"Satu di antara tiga anak balita memiliki ukuran badan yang lebih pendek dari standar tinggi badan yang diharapkan," jelas Ali.

Masalah gizi ini dikatakan Ali juga terkait dengan perkembangan kognitif anak, akibat kekurangan gizi pada anak, pertumbuhan fisik dan otak tidak optimal, perkembangan kognitif pun akan ikut mengalami keterhambatan.

Ali menekankan kehadiran Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap akan membantu menyelesaikan masalah gizi dan tumbuh kembang anak di Indonesia.

"Posyandu akan menyajikan modul edukasi baru yang berguna bagi para kader sehingga masyarakatpun tertarik untuk datang ke Posyandu guna berkonsultasi dan mengecek status tumbuh-kembang batitanya," kata Ali.

Hal ini penting karena pemberdayaan Posyandu menurut Ali akan berdampak kuat terhadap peningkatan gizi masyarakat, sehingga turut mendukung tercapainya target Millenium Development Goals (MDGs).(mhd)

 

Statistik

Members : 19964
Content : 3806
Web Links : 1
Content View Hits : 2399047

Pengumuman

KominfoNewsCenter

Who's Online

We have 33 guests online